Sunday, April 24, 2016

Krisis Moral


Sungguhnya ALLAH tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri (QS AR-RA’DU:11)
Disadari atau tidak , ternyata moral merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Moral merupakan suatu  kelakuan, sikap,ataupun akhlaq yang tertanam didalam diri seseorang. 
Akhlak adalah  suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang refleks  dengan mudah  tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan ataupun penelitian sehingga menimbulkan suatu tindakan yang secara otomatis entah itu tindakan yang baik ataupun buruk. 
Waktu yang terus berlalu tiada henti,manusia hanya memanfaatkannya untuk kehidupan yang berguna. Bagi mereka yang berfikir dewasa, ia  selalu  bisa membedakan baik dan buruknya hidup ,akan tetapi jauh dari itu ia mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah ia lakukan…
Sayangnya jika mengaca pada masa kini kebudayaan kita tergelincir dalam lumpur dan sabun masih banyak orang yang melestarikan  warisan Fir’aun dan Abu jahal..padahal jika kita pahami makna hidup.. Sebaik baiknya manusia adalah ia yang bermanfaat bagi manusia lainnya sehingga akan menghasilkan simbiosis mutualisme ..
dalam hadist Rasulullah bersabda “ mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya (HR.Tirmizi) “
yang menjadi tanda tanya saat ini adalah…. Bahkan PR buat kita…. 
Bagaimana membangun moralitas yang mulai tergelincir dari peradaban jaman sekarang..??
Siapa yang akan bertanggung jawab pada anak bangsa yang seharusnya menjadi bibit unggul untuk untuk kemajuan bangsa kita..???
Haruskah kita diam saja..dan membiarkan kemerosotan amoral merajalela?? Apa itu yang disebut manusia…?? yang bisanya diam ..diam terus diam dan hanya menikmati pemandangan gelap yang seakan menghidupkan kembali masa jahiliah …!!!!!! 
Itukah manusia yang berwujud mayat hidup atau  hanya sampah masyarakat…??? 
Sadar!! mungkin itu nasehat yang tepat untuk kita.Tuhan menyempurnakan kita dengan akal..yach akal yang mampu menampung banyak ilmu yang bisa kita serap serta bisa kita aplikasikan. 
Rasulullah bersabda “  orang yang berakal sempurna adalah orang yang mampu menundukkan nafsunya dan membuat persiapan untuk kehidupan setelah mati.sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti nafsunya tetapi berharap kepada Allah untuk memperoleh hal-hal yang diharapkannya”
Jika kita memandang dunia ini kepada lahirnya, kita hanya akan melihat dunia ini Nampak manis, hijau dan cantik sehingga kita tertarik kepadanya ,namun jika kita melihat pada batin maka yang akan kita lihat hanyalah bangkai dan sampah..lantas apa yang bisa kita banggakan….??
Oleh karena itu luangkan waktu untuk berlomba lomba dalam kebaikan untuk mengurangi krisis moral....

Saturday, April 23, 2016

Perempuan : Antara Derita dan Pengabdian




Perkembangan jaman telah banyak mengubah pandangan tentang perempuan, mulai dari pandangan yang menyebutkan bahwa perempuan hanya berhak mengurus rumah  dan selalu berada dirumah , sedangkan laki-laki adalah makhluk yang harus berada diluar rumah. Kemudian dengan adanya perkembangan jaman dan emansipasi menyebabkan perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.

Perempuan tersubordinasi oleh faktor-faktor yang dikonstruksikan secara sosial. Banyak mitos dan kepercayaan yang menjadikan kedudukan perempuan berada lebih rendah daripada laki-laki. Hal itu semata-mata karena perempuan dipandang dari segi seks, bukan dari segi kemampuan, kesempatan dan aspek- aspek manusiawi secara universal, yaitu sebagai manusia yang berakal, bernalar dan berperasaan.

Sejarah pembedaan antara laki-laki dan perempuan terjadi melalui proses sosialisasi, penguatan dan konstruksi sosial kultural, keAgamaan, bahkan melalui kekuasaan negara. Namun perjuangan untuk memperoleh hak yang sama dimulai dari RA. Kartini, walaupun banyak perempuan-perempuan Indonesia yang memiliki perjuangann yang sama. Perjuangan merupakan cita-cita agar perempuan memiliki pemikiran yang modern, lebih kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar maupun perkembangan jaman.

            Selanjutnya seperti apa yang disampaikan oleh Suwando (1981:267) bahwa perempuan dalam keluarga dan masyarakat mempunyai tugas sebagai fungsi intern dan ekstern sebagai berikut :

1.      Sebagai istri, supaya dapat mendampingi suami sebagai kekasih dan sahabat untuk bersama-sama membina keluarga yang bahagia.

2.      Sebagai ibu pendidik dan Pembina generasi muda, supaya anak-anak dibekali kekuatan rohani maupun jasmani dalam menghadapi tantangan zaman, dan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa

3.      Sebagai ibu pengatur rumah tangga, supaya rumah tangga merupakan tempat yang aman dan teratur bagi seluruh anggota keluarga.

4.      Sebagai tenaga kerja dan profesi , bekerja di pemerintahan , perusahaan swasta, dunia politik, berwiraswasta dan sebagainya untuk menambah penghasilan keluarga

5.      Sebagai anggota organisasi masyarakat, terutama organisasi perempuan , badan-badan social dan sebagainya , untuk menyumbangkan tenaganya kepada masyarakat.

Itulah beberapa tugas perempuan sebagai peran ganda yang mampu membangun perubahan, perkembangan baik secara intekltual, emosional dan sosial.

            Dari sosok kartini kini kita banyak tau tentang apa yang diperjuangkan selama ia hidup. Ia di kenal memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan Indonesia melalui pena dan tulisan, tulisannya yang lantang dan mealwan mampu menyadarkan kita, bahwa ada yang salah dalam mengurusi perempuan. Apalagi pada masa itu perempuan dibelenggu oleh adat, dan Kartini adalah takdir Tuhan menjadi pembaharu perempuan dan bangsanya. Banyak yang perlu kita tau dari karakternya meski Ia memperjuangkan hak-hak perempuan namun ia tetap tidak melupakan  kodratnya dan menjunjung tinggi suami dan keluarganya.

            RA.Kartini adalah pahlawan bagi kesetaraan  kaum laki-laki  dan perempuan. Berkat ibu kartini perempuan bisa sekolah. Beliau mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya sebatas pada dapur dan bergantung pada siapapun. Ada nasihat bijak yang Ia sampaikan “ banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah seikapmu sendiri” (RA.Kartini).

pengabdian

ANTARA DERITA DAN PENGABDIAN

Perkembangan jaman telah banyak mengubah pandangan tentang perempuan, mulai dari pandangan yang menyebutkan bahwa perempuan hanya berhak mengurus rumah  dan selalu berada dirumah , sedangkan laki-laki adalah makhluk yang harus berada diluar rumah. Kemudian dengan adanya perkembangan jaman dan emansipasi menyebabkan perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.
Perempuan tersubordinasi oleh faktor-faktor yang dikonstruksikan secara sosial. Banyak mitos dan kepercayaan yang menjadikan kedudukan perempuan berada lebih rendah daripada laki-laki. Hal itu semata-mata karena perempuan dipandang dari segi seks, bukan dari segi kemampuan, kesempatan dan aspek- aspek manusiawi secara universal, yaitu sebagai manusia yang berakal, bernalar dan berperasaan.
Sejarah pembedaan antara laki-laki dan perempuan terjadi melalui proses sosialisasi, penguatan dan konstruksi sosial kultural, keAgamaan, bahkan melalui kekuasaan negara. Namun perjuangan untuk memperoleh hak yang sama dimulai dari RA. Kartini, walaupun banyak perempuan-perempuan Indonesia yang memiliki perjuangann yang sama. Perjuangan merupakan cita-cita agar perempuan memiliki pemikiran yang modern, lebih kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar maupun perkembangan jaman.
            Selanjutnya seperti apa yang disampaikan oleh Suwando (1981:267) bahwa perempuan dalam keluarga dan masyarakat mempunyai tugas sebagai fungsi intern dan ekstern sebagai berikut :
1.      Sebagai istri, supaya dapat mendampingi suami sebagai kekasih dan sahabat untuk bersama-sama membina keluarga yang bahagia.
2.      Sebagai ibu pendidik dan Pembina generasi muda, supaya anak-anak dibekali kekuatan rohani maupun jasmani dalam menghadapi tantangan zaman, dan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa
3.      Sebagai ibu pengatur rumah tangga, supaya rumah tangga merupakan tempat yang aman dan teratur bagi seluruh anggota keluarga.
4.      Sebagai tenaga kerja dan profesi , bekerja di pemerintahan , perusahaan swasta, dunia politik, berwiraswasta dan sebagainya untuk menambah penghasilan keluarga
5.      Sebagai anggota organisasi masyarakat, terutama organisasi perempuan , badan-badan social dan sebagainya , untuk menyumbangkan tenaganya kepada masyarakat.
Itulah beberapa tugas perempuan sebagai peran ganda yang mampu membangun perubahan, perkembangan baik secara intekltual, emosional dan sosial.
            Dari sosok kartini kini kita banyak tau tentang apa yang diperjuangkan selama ia hidup. Ia di kenal memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan Indonesia melalui pena dan tulisan, tulisannya yang lantang dan mealwan mampu menyadarkan kita, bahwa ada yang salah dalam mengurusi perempuan. Apalagi pada masa itu perempuan dibelenggu oleh adat, dan Kartini adalah takdir Tuhan menjadi pembaharu perempuan dan bangsanya. Banyak yang perlu kita tau dari karakternya meski Ia memperjuangkan hak-hak perempuan namun ia tetap tidak melupakan  kodratnya dan menjunjung tinggi suami dan keluarganya.
            RA.Kartini adalah pahlawan bagi kesetaraan  kaum laki-laki  dan perempuan. Berkat ibu kartini perempuan bisa sekolah. Beliau mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya sebatas pada dapur dan bergantung pada siapapun. Ada nasihat bijak yang Ia sampaikan “ banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah seikapmu sendiri” (RA.Kartini).

 
Dragonball Pointer